Bangka BelitungBeritaDaerah

Enam Penambang Tewas di TB Pemali, SMSI Bangka Minta Aparat Usut Tuntas

×

Enam Penambang Tewas di TB Pemali, SMSI Bangka Minta Aparat Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

BANGKA, OkeyBung.com – Tewasnya enam penambang asal Pandeglang, Banten, di tambang timah primer DU 1517 TB Pemali milik PT Timah, membuka dugaan praktik pertambangan ilegal yang diskriminatif dan terkesan “kebal hukum”.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka, Ahmad Wahyudi, mengecam keras ketimpangan perlakuan antara penambang lokal dan penambang dari luar daerah.

Menurutnya, warga Bangka kerap dirazia dan ditangkap, sementara penambang luar yang diduga dibiayai cukong besar justru bebas beroperasi di kawasan objek vital negara.

“Ini adalah retorika yang tidak bisa dipungkiri lagi. Mengapa penambang luar bisa bebas masuk ke wilayah vital yang dipasang portal, sementara warga lokal sulit mengakses? Seolah-olah portal tersebut bukan untuk keamanan negara, melainkan untuk melindungi aktivitas ilegal di dalamnya agar tak tersentuh,” tegas Ahmad Wahyudi, Selasa (3/2/2026).

Meski Humas PT Timah menyebut aktivitas tersebut ilegal, fakta di lapangan memunculkan tanda tanya besar. Akses keluar-masuk melalui pos penjagaan resmi serta dugaan hasil tambang yang masuk ke pos perusahaan mengindikasikan adanya pembiaran sistematis.

Ia juga menyoroti lambannya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam menetapkan Peraturan Gubernur terkait tata kelola tambang rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Kekosongan regulasi ini dinilai hanya menguntungkan cukong, sementara masyarakat lokal terus terpinggirkan.

Atas tragedi yang merenggut enam nyawa tersebut, SMSI Bangka menyampaikan tuntutan tegas kepada aparat penegak hukum:
Kapolres Bangka diminta segera menetapkan tersangka terhadap pemilik tambang atau cukong yang membiayai dan memobilisasi pekerja dari luar daerah.

Kapolda Bangka Belitung didesak melakukan investigasi menyeluruh terhadap pengawasan objek vital PT Timah.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah bagi masyarakat lokal, tapi tumpul ke atas bagi para pemodal yang merusak lingkungan dan menghilangkan nyawa manusia,” pungkasnya.

Hingga kini, proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Publik menanti keberanian aparat mengungkap siapa aktor sebenarnya di balik aktivitas tambang di TB Pemali. (SMSI Bangka)

 

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *