Ketua LSM TOPAN RI DPW Babel, Muhammad Zen. (Foto: Ist)
Bangka, Okeybung.com – Terkait dengan adanya pemberitaan oknum anggota DPRD Kabupaten Bangka yang tertidur saat rapat paripurna dan juga dua kali tidak hadir sungguh sangat melukai hati masyarakat.
Namun jika tidak dipublikasikan masyarakat tidak tau apa sebenarnya yang telah dilakukan para wakil mereka saat masih menjabat.
Ketua LSM TOPAN RI DPW Babel, Muhammad Zen mengatakan, rakyat yang mereka wakili ingin tau apa sebenarnya yang dikerjakan oleh wakilnya.
“Perilaku wakil rakyat yang tidur saat rapat paripurna serta ada yang dua kali tidak hadir saat rapat paripurna, tidak akan pernah diketahui oleh publik jika tidak direkam oleh kamera para pemberita, justeru itu rakyat sungguh berterima kasih kepada awak media, bukan malah menunjukan sikap yang tidak senang,” ujarnya, Minggu (30/04)
M. Zen mengatakan, seharusnya para wakil rakyat serius menjalankan amanat rakyat, jangan ngantuk dan tidur waktu rapat paripurna, datang sesuai jadwal dan selalu hadir saat paripurna karena rakyat sudah banyak berkorban untuk mereka, mulai dari membuang waktunya untuk datang ke TPS saat pemilu hingga mengeluarkan anggaran yang besar untuk membayar gaji wakilnya.
“Mereka mendapatkan berbagai tunjangan, ada uang sidang, uang reses, dan lain sebagainya. Selain itu ada lagi uang saku bagi yang sedang melakukan studi banding, nilainya membuat kalkulator rakyat tidak mampu menghitungnya,” ujarnya.
Untuk itu M. Zen menuturkan, dari sejumlah hak dan fasilitas yang mereka terima itu seharusnya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pengabdian, kinerja yang baik, keputusan yang benar yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat.
“Bukan ngantuk dan tidur saat sidang soal rakyat, bukan ngobrol dengan rekan sesama anggota dewan, bukan malah sibuk main HP dan bukan pula tidak hadir dengan seribu alasan,” tutur Ketua TOPAN RI DPW Babel.
Menurut M. Zen, cara untuk menegur anggota dewan itu paling tepat memang diberitakan di media, dengan adanya berita mereka sadar dan menjadi malu karena tingkah mereka yang tidak benar bisa diketahui pemilihnya.Kedepan masyarakat akan enggan memilih mereka kalau kinerjanya mengecewakan.
“Dengan diberitakan lah mereka akan malu dan benar-benar bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan Masyarakat,” pungkasnya.