Bangka Belitung

RSUP Soekarno Pulangkan Pasien Kritis, Korban Meninggal Saat Sampai Rumah

×

RSUP Soekarno Pulangkan Pasien Kritis, Korban Meninggal Saat Sampai Rumah

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, OkeyBung.com Leho Bin Jaiman (21), korban kecelakaan tunggal, meninggal dunia setelah dipulangkan dari RSUP Soekarno. Ia dipulangkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Leho mengalami kecelakaan pada Sabtu malam (5/10/2024) di sekitar Kelenteng Toboali, Bangka Selatan. Setelah mendapatkan perawatan di Pusyandik dan Klinik Intan Medika, ia dirujuk ke RSUP Soekarno pada 8 Oktober 2024 karena kondisinya memburuk. Namun, keluarga korban mengeluhkan pelayanan yang tidak memadai di rumah sakit tersebut.

Pada 10 Oktober 2024, meskipun masih kritis, pihak rumah sakit memutuskan untuk memulangkan Leho. Tragisnya, ia meninggal dunia setelah sampai di rumahnya di Desa Jeriji, Kabupaten Bangka Selatan.

“Kemarin siang di suruh pulang oleh rumah sakit, kami habis magrib baru sampai dan korban di bawa pulang ke kampungnya menggunakan Ambulance dari desa,” cerita Armanto yang menemani keluarga korban di RS.

Menurut Armanto tidak jelas apa alasan Rumah Sakit menyuruh pasien pulang, padahal dalam keadaan kritis dan keluarga korban di suruh menandatangani surat pernyataan pulang.

“Kondisi korban sangat kritis, dari awal tidak sadarkan diri, akhirnya meninggal setelah sampai di rumah”, ungkapnya.

Armanto mengatakan, atas tindakan pihak RSUP yang menyuruh pasien pulang ini, keluarga korban merasa kecewa karena pihak rumah sakit tidak memberi solusi jalan terbaik untuk mengatasi pasien yang sedang kritis.

“Dirawat di RSUP Selasa sampai Kamis, selama perawatan di RSUP tidak terlalu dilayani dan tidak memberi solusi atau memberi kesempaktan kepada keluarga pasien yang menjdadi korban laka tunggal ini”, ujar Armanto.

Pasien yang meninggal tersebut kata Armanto kemudian akhirnya di kuburkan langsung pada pagi hari tadi, Jum’at 11 Oktober 2024.

Sementara, Direktur RSUP Soekarno Babel, dr. Ira Ajeng Astried ketika di konfirmasi oleh media melalui pesan whats’app, Jum’at (11/10/2024) membantah telah menyuruh pulang pasien. Bahkan ia juga merasa kaget mendengar informasi tersebut.

Menurut dr. Ira, keluargan pasien lah yang memutuskan untuk membawa pasien pulang berdasarkan Informed consent (surat pernyataan) yang ada.

“Kami juga kaget saat mendengar infonya pak. Ruangan sudah saya cek, dan keluarganya yang memutuskan untuk membawa pasien pulang. Informed consent (surat pernyataan) juga ada. Demikian”, kilahnya dalam pesan singkat yang dikirimkan ke media ini.

Ketika ditanya lagi bahwa pasien dalam keadaan kritis dan bila memang benar keluarga memutuskan untuk meminta pulang, apa alasan pihak rumah sakit menyetujui permintaan keluarga korban?, Ia hanya menjawab kalau sebelumnya sudah diedukasi oleh dokternya akan resiko terburuk yang akan terjadi.

banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!