AdvertorialBeritaDaerah

Sosialisasi Kelas Mandarin di Polman Babel, Diikuti Mahasiswa dari Tiga Kampus

×

Sosialisasi Kelas Mandarin di Polman Babel, Diikuti Mahasiswa dari Tiga Kampus

Sebarkan artikel ini

SUNGAILIAT, OkeyBung.com – Upaya membuka akses mahasiswa terhadap peluang karier internasional terus dilakukan INTACT Base Bangka Belitung. Salah satunya melalui sosialisasi kelas Bahasa Mandarin yang digelar di ruang presentasi Kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), Kamis (29/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 29 mahasiswa tingkat akhir dari sejumlah perguruan tinggi di Bangka Belitung. Selain mahasiswa Polman Babel, peserta juga berasal dari Universitas Bangka Belitung (UBB) serta ISB Atma Luhur.

Program sosialisasi ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang kian kompetitif, terutama di tingkat global.

Dalam sambutannya, Ir. Dedy Ramdhani Harahap, M.Sc., (Eng) menekankan pentingnya perencanaan karier sejak masa kuliah.

“Pengembangan karier perlu dipersiapkan sejak dini dan terus berupaya mengarahkan mahasiswa pada jalur karier yang jelas agar tidak berakhir sebagai pengangguran setelah lulus,” ucapnya.

Ia menilai penguasaan Bahasa Mandarin memiliki nilai strategis bagi lulusan perguruan tinggi. Selain memperluas peluang kerja, proses pembelajarannya juga dapat dikemas dengan metode yang menyenangkan sehingga tidak menjadi beban bagi mahasiswa.

“Sejak tahun 2017, Taiwan dikenal sebagai negara yang sangat terbuka dan ramah terhadap pelajar asal Indonesia, baik dalam bidang pendidikan maupun peluang kerja setelah lulus,” terangnya.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan kemampuan berbahasa Mandarin dapat membuka akses ke berbagai sektor pekerjaan dengan tawaran gaji yang kompetitif, terutama di perusahaan berskala internasional maupun kawasan Asia Tenggara.

“Penguasaan bahasa ini menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi persaingan global,” sebutnya.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendorong mahasiswa tingkat akhir agar tidak terpaku pada pasar kerja lokal.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengajak mahasiswa tingkat akhir agar lebih melek peluang global, tidak hanya berfokus pada pasar kerja lokal, tetapi juga berani bersaing di tingkat internasional,” imbuhnya.

Menariknya, kelas Bahasa Mandarin yang ditawarkan melalui program INTACT Base ini diberikan secara gratis dengan pendampingan intensif.

Menariknya, kelas Bahasa Mandarin yang ditawarkan melalui program INTACT Base ini diberikan secara gratis, lengkap dengan bimbingan intensif dalam program pembelajaran Bahasa Mandarin.

Sementara itu, Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Polman Babel, Harwadi, M.Ed., menyampaikan program INTENSE Taiwan telah membuka jalan bagi mahasiswa untuk berkarier di luar negeri.

“Program INTENSE Taiwan telah membuka kesempatan bagi mahasiswa Polman Babel untuk berkarir di luar negeri dan salah satu usaha institusi dalam memberikan peluang perencanaan karir yang lebih baik bagi mahasiswa Polman Babel,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memanfaatkan layanan konsultasi karier yang disediakan kampus.

“Dengan mendukung mahasiswa yang peduli dan memikirkan akan seperti apa karir yang akan digeluti. Untuk itu silahkan dimanfaatkan kanal-kanal yang disediakan oleh UPA Pusat Karir dan Kewirausahaan untuk berkonsultasi,” tuturnya.

Harwadi menambahkan ke depan kerja sama internasional akan terus diperluas.

“Kedepan program kerjasama luar negeri akan diekspansi ke negara lainnya agar mahasiswa dan alumni Polman Babel memiliki pilihan yang lebih beragam bagi karir masa depan mereka menempuh pendidikan doktoralnya di Taiwan,” akuinya.

Di sisi lain, pengajar Bahasa Mandarin INTACT Base, Nopita, B.Ed., menegaskan belajar Bahasa Mandarin tidak sesulit yang dibayangkan.

“Belajar Bahasa Mandarin tidak perlu dianggap rumit, selama ada niat dan konsistensi dalam belajar, siapa pun pasti bisa menguasainya karena setiap mahasiswa yang dilatih dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin hanya dalam 60 kali pertemuan,” jelasnya.

Ia juga menilai keterampilan berbahasa Mandarin menjadi modal penting di tengah meningkatnya investasi perusahaan asing di Indonesia.

“Keterampilan berbahasa Mandarin dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia ditengah semakin banyaknya perusahaan asal Tiongkok dan Taiwan yang berinvestasi di Indonesia,” tutup Nopita. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *