PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersama PT Pertamina Patra Niaga Perwakilan Babel melakukan pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan menyusul antrean kendaraan yang terlihat memanjang di beberapa SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Pemantauan tersebut melibatkan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babel yang dipimpin Pelaksana Harian Kepala Satpol PP Babel, Renaldi, mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani.
Dalam peninjauan lapangan, tim mendatangi beberapa SPBU di antaranya SPBU 24331151 di Jalan Alexander, Kelurahan Air Itam; SPBU 2333111 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam; SPBU 2433169 di Jalan Jenderal Sudirman, Selindung Baru; SPBU 24331104 di Jalan RE Martadinata, Opas Indah, Kecamatan Taman Sari; serta SPBU 24331116 di Bacang, Kecamatan Bukit Intan.
Renaldi mengatakan, kehadiran pemerintah di lapangan bertujuan memastikan kondisi tetap aman sekaligus melihat langsung situasi antrean kendaraan di SPBU.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Bangka Belitung masih dalam kondisi aman.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Persediaan BBM di Bangka Belitung dalam kondisi aman,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga meminta pengelola SPBU untuk aktif memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi stok BBM.
Menurutnya, penyampaian informasi dapat dilakukan melalui media sosial maupun pemasangan pengumuman di area SPBU, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang jelas dan tidak terpancing melakukan pembelian secara berlebihan.
“Peran pihak SPBU juga penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Satpol PP juga melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang berada di area SPBU guna mengantisipasi adanya praktik pengetapan atau “ngerit” BBM.
Melalui pemantauan ini, pemerintah berharap distribusi BBM di Bangka Belitung tetap berjalan lancar serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar. (*)












