Hukum dan Kriminal

Ketua LSM TOPAN Babel Merasa Gerah dan Angkat Bicara Menyikapi Kisruh Pernyataan PJ Gubernur Babel

×

Ketua LSM TOPAN Babel Merasa Gerah dan Angkat Bicara Menyikapi Kisruh Pernyataan PJ Gubernur Babel

Sebarkan artikel ini

Muhamad Zen, Ketua LSM TOPAN-RI Babel. (Foto: Istimewa).

Pangkalpinang, Okeybung.com – Membaca berita yang terbit di Bangka Belitung banyak gelombang protes yang disampaikan oleh masyarakat Bangka Belitung (Babel) terhadap kebijakan Suganda Pandapotan Pasaribu selaku PJ Gubernur Babel yang dianggap memicu terjadinya kegaduhan dimasyarakat.

Masyarakat juga mempertanyakan peran Wakil Rakyat Babel yang kehilangan nyali mengkritisi Kinerja PJ Gubernur Babel.

Hal ini juga mendapat perhatian serius dari Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Bangka Belitung (LSM TOPAN-RI DPW Babel).

Pernyataan PJ Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu sering menimbulkan kontroversi ditengah tengah masyarakat sehingga membuat Ketua LSM TOPAN-RI Babel merasa gerah dan angkat bicara menyikapi kisruh yang ditimbulkan oleh pernyataan PJ Gubernur Babel.

Muhamad Zen ketua LSM TOPAN-RI Babel dihadapan wartawan media ini mengatakan, dari awal menjabat pun Suganda Pandapotan Pasaribu sudah membuat Gaduh dengan berbagai statement dihadapan publik.

“Mulai dengan statement jangan ada matahari kembar di Pemprov Babel, kemudian Isu THR 2 Miliar, lalu ada maling besar di Pemprov Babel, lalu memindahkan Rekening Pemrov Babel dari Bank BRI ke Bank Sumsel Babel,” kata Zen.

Ia menambahkan yang teranyar adalah demo ALMASTER terkait PPDB dan demo nelayan terkait alur muara Air Kantung Sungailiat, bukannya hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat malah sebaliknya.

PJ Gubernur Babel merasa ditekan oleh masyarakat dengan adanya aksi demo belakangan ini.

“Jangan coba-coba tekan-tekan dan paksa-paksa saya, kita ini negara hukum dan kalau tidak suka sama saya silahkan lapor ke Presiden minta cabut SK saya sebagai PJ Gubernur Babel, hari ini saya siap keluar dari Provinsi Babel,” ucap Zen menirukan ucapan PJ Gubernur Babel saat pertemuan di Ruang BANMUS DPRD Babel.

DPRD BABEL TAK LAGI SEBAGAI CERMINAN DARI MASYARAKAT.

Zen Ketua LSM TOPAN-RI Babel menyoroti DPRD Babel yang dianggapnya tak lagi menjadi cerminan dari perwakilan rakyat Babel, sebab para anggota DPRD Babel ternyata kini bukan lagi wakil rakyat tapi mereka itu wakil partai mereka masing-masing.

“Kalau mereka bukan lagi wakil rakyat, lantas kepentingan siapa yang mereka wakili di duduk di DPRD itu? enggak jelas siapa yang mereka wakili,” imbuh Zen.

Kita jangan sampai seperti setan bisu, jika ada hal yang harus kita koreksi namun kita hanya diam saja maka kita tak ubahnya seperti setan bisu, sebab setan tidak akan memberi teguran kepada orang yang salah, khilaf dan lalai.

“Justru jika semakin banyak orang salah maka setan akan semakin senang, sebab setan akan terus mencari pengikut sebanyak banyaknya untuk menemaninya di neraka,” ungkap Zen

Tinggal kita yang menentukan pilihan untuk menjadi bagian dari setan bisu atau menjadi wakil rakyat yang peduli terhadap kepentingan masyarakat.

“Pilihan itu ada ditangan kita masing-masing, sebab gelar dan jabatan yang kita sandang adalah sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat,” pungkas Zen.

“Terkait yang PJ Gubernur Babel dilaporkan ke Polda Babel oleh persatuan Civitas Akademika Lintas Perguruan Tinggi Indonesia. LSM TOPAN-RI mendukung pelaporan itu dan siap turun ke jalan untuk melakukan Demo bersama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *