Hendy Setiono, pengusaha sukses asal Surabaya, memiliki perjalanan hidup yang menarik sejak kecil. Ia merantau ke Maryland, Amerika Serikat, untuk melanjutkan pendidikan dasar, terpisah dari orang tuanya. Tinggal bersama paman dan bibinya, Hendy tidak hanya belajar mandiri, tetapi juga memperkuat penguasaan bahasa Inggris yang kelak menjadi modal penting dalam kariernya.
Setelah menyelesaikan sekolah dasar, Hendy kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan di Bontang, Kalimantan Timur. Setelah lulus dari SMP Vidatra, Hendy pindah ke Surabaya dan bersekolah di SMA Negeri 5, salah satu sekolah unggulan di kota tersebut. Meskipun diterima di jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, minat Hendy terhadap dunia bisnis semakin kuat.
Ia memulai usaha kecil-kecilan menjual burger di kaki lima, yang kemudian menjadi cikal bakal kesuksesannya. Dari sinilah lahir Kebab Turki Baba Rafi, sebuah merek kuliner yang kini mendunia. Demi totalitas mengembangkan bisnis, Hendy memutuskan berhenti kuliah di semester 4 untuk fokus penuh pada usahanya.
Dalam mengembangkan bisnis, Hendy terus meningkatkan kapasitas dirinya. Ia melanjutkan pendidikan di Informatics Computer School Singapore dan meraih Advance Diploma di bidang E-Commerce. Tidak berhenti di situ, ia mengikuti program eksekutif di Harvard Business School, di mana ia bertemu dan berjejaring dengan pengusaha dari berbagai belahan dunia. Salah satu kolaborasi strategis yang dijalankannya adalah pengelolaan tambak udang vaname bersama e-Fishery, dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk efisiensi operasional.
Pada tahun 2018, Hendy mengikuti pelatihan di Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS), yang memperkaya pemahamannya tentang nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat komitmennya terhadap pembangunan Indonesia. Hal ini memotivasi Hendy untuk tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar dalam kegiatan sosial. Sebagai pendiri Kebab Turki Baba Rafi, Hendy telah berhasil mengembangkan bisnisnya hingga memiliki lebih dari 1300 cabang di Indonesia dan tersebar di 9 negara lainnya.
Namun, kiprahnya tidak berhenti di sana. Hendy terlibat dalam berbagai usaha di sektor kuliner dan retail serta aktif di organisasi pengusaha seperti KADIN dan HIPMI. Pada tahun 2019, ia mendirikan Hendy Setiono Foundation (HSF), sebuah yayasan yang berfokus membantu pengembangan UMKM dan pedagang kaki lima. Melalui HSF, Hendy menyediakan program mentoring dan gerobak gratis untuk memudahkan para pedagang dalam mengembangkan usaha.
Saat pandemi COVID-19 melanda, Hendy melalui HSF turut berkontribusi dengan mendistribusikan makanan gratis kepada tenaga kesehatan dan pasien isolasi. Baginya, inovasi dan keberanian mengambil langkah baru adalah kunci sukses. Dengan visi yang tajam dan keberanian untuk terus berinovasi, Hendy Setiono telah mengubah bisnis kecil menjadi merek global yang berdampak luas, membuka lapangan pekerjaan, dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Penulis: Rohmat Yusuf