PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Tonggak sejarah baru bagi organisasi alumni marhaenis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi terpancang. Agus Hendrayadi, SH., MH., secara sah terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode pertama.
Penetapan tersebut diputuskan secara aklamasi melalui kesepakatan bulat seluruh forum dalam Konferensi Daerah (Konferda) PA GMNI Bangka Belitung yang diselenggarakan di Pia Hotel, Pangkalpinang, Jumat (17/4/2026).
Enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PA GMNI se-Kepulauan Bangka Belitung tanpa ragu menunjuk Agus Hendrayadi sebagai nakhoda definitif. Kepercayaan ini diberikan atas dasar rekam jejak dan dedikasi panjang Agus dalam membesarkan panji GMNI di Negeri Serumpun Sebalai.
Konferda perdana ini mengusung tema yang cukup progresif: “Kontekstualisasi Marhaenisme di Era Disrupsi: Kontribusi PA GMNI Untuk Pembangunan Bangka Belitung Yang Inklusif.” Tema tersebut diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi Agus dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai marhaenisme harus tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang serba digital dan dinamis.
“Terima kasih atas amanah ini. Saya sudah ber-GMNI sejak tahun 2000, mulai dari membentuk karteker Cabang Pangkalpinang hingga mengusulkan Babel menjadi tuan rumah Kongres Persatuan GMNI di Tanjung Pesona waktu itu,” ujar Agus dalam sambutannya dengan nada emosional.
Dalam orasi politiknya, Agus mengenang kembali memori perjuangan saat Babel masih berstatus sebagai provinsi baru. Salah satu momen emas yang ia torehkan adalah membawa Bangka Belitung sebagai tuan rumah kongres nasional GMNI.
Kala itu, Babel berhasil memenangkan voting nasional dengan menyisihkan kandidat kuat seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat. Keberanian tersebut membuahkan hasil manis dengan kehadiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang membuka acara tersebut.
“Waktu itu kita nekat menawarkan diri karena alasan potensi provinsi baru dan keindahan pantai kita. Alhamdulillah, meski ada dinamika, kongres berjalan lancar dan sukses,” kenang praktisi hukum tersebut.
Meski organisasi sempat mengalami masa transisi dan stagnasi akibat dinamika di tingkat pusat, Agus mengaku bangga melihat geliat regenerasi kader muda GMNI di Babel saat ini. Hal inilah yang memicu terbentuknya struktur alumni (PA) secara resmi untuk pertama kalinya.
Menutup orasinya, Agus Hendrayadi berkomitmen membawa DPD PA GMNI Bangka Belitung menjadi entitas organisasi yang diperhitungkan secara intelektual maupun pergerakan.
“PA GMNI harus mampu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan organisasi alumni lainnya di Babel. Kita akan menjadi mitra kritis sekaligus strategis dalam pembangunan daerah,” tegasnya. (*)













