SUNGAILIAT, OkeyBung.com — Keluhan petani sawit terkait rendahnya harga tandan buah segar (TBS), belum adanya kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS), serta antrean panjang kendaraan pengangkut buah sawit menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bangka.
Melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama pengelola PKS dan pihak terkait, Senin (8/6/2026), DPRD Bangka meminta seluruh PKS yang beroperasi di daerah tersebut menjalin kemitraan dengan petani sawit mandiri.
Ketua DPRD Bangka, Jumadi, mengatakan kemitraan diperlukan agar petani memiliki kepastian dalam menjual hasil panennya dan tidak selalu berada pada posisi yang lemah.
Selain itu, DPRD juga merespons keluhan terkait penurunan harga TBS yang dikeluhkan petani dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan diminta tetap mengacu pada ketentuan harga yang berlaku sehingga petani tidak dirugikan.
“Harga TBS menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani. Perusahaan harus mengikuti aturan yang berlaku,” kata Jumadi.
Masalah lain yang turut dibahas yakni antrean kendaraan pengangkut sawit di sejumlah PKS. DPRD meminta perusahaan memberikan prioritas pelayanan kepada kendaraan milik petani dan masyarakat lokal agar distribusi hasil panen tidak terhambat.
Dari hasil rapat tersebut, DPRD Bangka menghasilkan tiga rekomendasi utama, yakni mendorong kemitraan antara PKS dan petani sawit mandiri, meminta perusahaan mematuhi ketentuan harga TBS, serta memberikan prioritas antrean bagi kendaraan pengangkut sawit milik masyarakat.
Ketiga rekomendasi itu akan disampaikan kepada Bupati Bangka untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Dalam rapat tersebut, tujuh dari sembilan PKS yang beroperasi di Kabupaten Bangka hadir dan menyatakan sepakat terhadap rekomendasi yang disampaikan DPRD. Sedangkan dua perusahaan yang tidak hadir tetap akan menerima hasil rapat sebagai bahan tindak lanjut. (**)












