PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar M. Manulu, MKM, menegaskan bahwa ketersediaan darah di Kota Pangkalpinang masih sering tidak mencukupi dibandingkan tingginya kebutuhan pasien di rumah sakit.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan kerja sama lintas sektor bersama PMI Kota Pangkalpinang dalam menggerakkan donor darah sukarela di masyarakat.
“Stok darah kita ini sering kali kurang, sementara kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Karena itu, setiap ada kegiatan yang melibatkan banyak orang, kita upayakan langsung membuka layanan donor darah bersama PMI,” ujarnya.
Selain itu, PMI juga mencatat telah menyiapkan sekitar 100 penghargaan bagi pendonor sukarela yang konsisten. Dari data yang ada, golongan darah O menjadi yang paling banyak, sedangkan AB merupakan yang paling sedikit.
Lebih lanjut, dr. Hisar menambahkan bahwa Dinas Kesehatan akan memaksimalkan momentum kegiatan pelayanan kesehatan terpadu pada 22 Juni mendatang untuk memperluas jangkauan donor darah.
“Pada kegiatan tersebut akan ada khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kita juga sisipkan posko donor darah agar masyarakat lebih mudah berpartisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Pangkalpinang Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang saat ini rata-rata mencapai sekitar 40 kantong per hari. Tingginya permintaan tersebut membuat stok darah di unit pelayanan kerap tidak stabil.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu PMI masih harus mengandalkan pendonor pengganti dari keluarga pasien ketika stok darah tidak tersedia. Di sisi lain, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pendonor sukarela.
“PMI terus menggerakkan donor darah sukarela. Kami juga akan menggelar kegiatan pada 14 Juni di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Pangkalpinang dengan memberikan apresiasi berupa sembako bagi pendonor,” kata Iqbal. (*)













