BANGKA BARAT, OkeyBung.com — Keberadaan satu unit Ponton Isap Produksi (PIP) yang sebelumnya diamankan dalam operasi penertiban tambang ilegal di Perairan Laut Limbung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kini dipertanyakan setelah dilaporkan berpindah dari lokasi penyimpanan awal.
Sekretaris Kantor Berita Asatu (KBA), Ahmad Wahyudi (Yuko), meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan secara terbuka terkait alasan perpindahan ponton tersebut.
“Ada apa ini? Mengapa satu ponton ini berpindah lokasi penyimpanan, sementara yang lain tetap berada di lokasi semula. Jangan sampai muncul dugaan adanya permainan antara penyidik dengan pemilik PIP. Mengingat biaya pembuatan satu PIP bisa mencapai lebih dari Rp200 juta,” kata Yuko, Minggu (21/6/2026).
Diketahui, aparat gabungan sebelumnya melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di Perairan Laut Limbung pada Mei 2026. Dalam operasi tersebut, sejumlah unit PIP diamankan sebagai bagian dari proses penegakan hukum.
Namun, informasi mengenai perpindahan salah satu ponton yang diamankan tersebut kini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang beredar, ponton tersebut diduga milik Iwan Boncel seorang pengusaha tambang lokal.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status maupun alasan perpindahan barang bukti tersebut.
Yuko menilai, apabila perpindahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan atau alasan pengamanan, maka hal itu seharusnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau memang dipindahkan karena alasan pengamanan atau kepentingan penyidikan, tentu harus dijelaskan kepada publik. Jangan sampai muncul berbagai persepsi yang justru mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan perpindahan satu unit PIP tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan. (Tim)













