PANGKALPINANG, OkeyBung.com — Dewan Pimpinan dan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang Masa Khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Bangka City Hotel, Rabu (22/7/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Prof. Dr. Hatta Marasid, MA, dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, turut menghadiri prosesi pelantikan tersebut.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang siap memperkuat sinergi dengan kepengurusan MUI yang baru.
Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
“Alhamdulillah hari ini pengurus MUI Kota Pangkalpinang masa khidmat 2026–2031 telah resmi dilantik. Ke depan, pemerintah akan terus mendukung MUI, bukan hanya melalui dana hibah, tetapi juga berbagai program keumatan,” kata Agustu.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Agustu mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan MUI menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Pangkalpinang yang religius dan sejahtera.
“Kami berharap bersama-sama membangun Kota Pangkalpinang menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur melalui dakwah yang sejuk,” ujarnya.
Selain mendukung pembinaan umat, Pemkot Pangkalpinang juga mengapresiasi program MUI yang mengalokasikan dana hibah pemerintah untuk membantu penerbitan sertifikat halal bagi pelaku UMKM.
Menurut Agustu, langkah tersebut menjadi terobosan yang mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
Ia menilai sertifikasi halal akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kuliner lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
“Kalau produk sudah memiliki sertifikat halal, masyarakat tentu semakin yakin untuk membeli. Ini akan berdampak positif terhadap perkembangan UMKM di Pangkalpinang,” ucapnya.
Di sisi lain, Agustu juga mengajak MUI terus memperkuat pembinaan moral masyarakat, terutama generasi muda, di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.
Ia berharap dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penguatan akidah dan peran keluarga menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
“Kami ingin pemerintah dan MUI terus berjalan bersama dalam membina umat, memperkuat keluarga, serta menjaga generasi muda dari pengaruh negatif,” tuturnya. **















