banner 970x250
Bangka TengahDaerah

Panen Perdana Udang Vaname di Guntung, Bangka Tengah Raup 350 Kg, Disuplai untuk MBG

×

Panen Perdana Udang Vaname di Guntung, Bangka Tengah Raup 350 Kg, Disuplai untuk MBG

Sebarkan artikel ini

KOBA, OkeyBung.com — Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya berhasil melaksanakan panen perdana udang vaname di Instalasi Guntung, Jumat (8/5/2026).

Program yang mengusung konsep “PAD Kreatif” ini digadang-gadang menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus penunjang kebutuhan protein untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Panen perdana tersebut dihadiri Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama sejumlah pejabat daerah, perwakilan SPPG Padang Mulia, PT CPP, Camat Koba dan perangkat desa setempat.

Dalam panen tersebut, UPTD Perikanan Budidaya memanfaatkan teknologi kolam bioflok bundar yang mampu menghasilkan sekitar 350 kilogram udang vaname. Dengan harga jual Rp65 ribu per kilogram, hasil panen ini diperkirakan dapat memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Algafry mengatakan, program budidaya yang dijalankan pemerintah daerah tidak semata-mata mengejar keuntungan, namun juga mendorong edukasi dan keberlanjutan usaha masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa usaha kecil pun bisa menghasilkan nilai ekonomi. Yang terpenting adalah keberlanjutannya, bukan hanya dibantu sekali lalu berhenti,” ujar Algafry.

Ia menambahkan, pola budidaya harus dibangun secara berkesinambungan agar petani maupun pembudidaya dapat terus memutar modal untuk menjaga produksi tetap berjalan.

Momentum panen perdana ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UPTD Perikanan Budidaya dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Padang Mulia. Kerja sama tersebut menjadi langkah memastikan hasil panen pembudidaya lokal memiliki pasar yang jelas.

Perwakilan Yayasan Ikrar Jaya Bersama selaku pengelola SPPG Padang Mulia, Dian Novita, bahkan langsung membeli sebanyak 200 kilogram udang hasil panen.

“Selama ini pasokan kami banyak berasal dari luar daerah. Mulai sekarang kami prioritaskan produk dari Bangka Tengah untuk mendukung ekonomi lokal dan peningkatan PAD,” katanya.

Udang hasil panen itu nantinya akan diolah menjadi menu bergizi bagi sekitar 3.150 penerima manfaat program MBG. Menu berbahan dasar udang disebut akan disajikan minimal satu kali setiap bulan sebagai variasi sumber protein hewani.

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, mengatakan hasil panen dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pasar umum, suplai program SPPG hingga dukungan bagi pelaku UMKM.

“Hari ini menjadi kick-off program konsumsi udang melalui konsep PAD Kreatif. Hasil panen ini kami catat sebagai kontribusi nyata terhadap PAD Bangka Tengah,” jelas Imam.

Selain itu, Dinas Perikanan Bangka Tengah juga mulai menerapkan transaksi non-tunai menggunakan QRIS bagi masyarakat yang membeli udang secara eceran.

Menurut Imam, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap transformasi digital daerah sekaligus memastikan distribusi hasil panen berjalan lebih tertib dan tepat sasaran.

Di sela kegiatan, Baznas Bangka Tengah turut menyerahkan 20 paket sembako kepada masyarakat Desa Guntung sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga sekitar kawasan budidaya.

 

banner 970x250
banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *