PANGKALPINANG, OkeyBung.com — Pemkot Pangkalpinang menyatakan dukungan penuh terhadap program penempatan pekerja migran Indonesia secara legal dan terampil usai acara sarasehan Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tersebut langsung menjelaskan pada penguatan kompetensi tenaga kerja muda, perluasan peluang kerja luar negeri, serta pengetatan pencegahan pekerja migran ilegal.
Wakil Menteri P2MI mengapresiasi kesiapan Pemkot Pangkalpinang dalam menyiapkan SDM yang kompetitif di pasar kerja global.
Ia menegaskan pemerintah pusat menjalankan Program SMK Global dengan target pengiriman sekitar 50 ribu tenaga kerja terampil tahun ini.
“Melihat antusias dan potensi anak-anak muda di Pangkalpinang, sebenarnya mereka memiliki modal yang cukup baik. Tinggal bagaimana kita menyusun format pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri,” ujarnya.
Kementerian juga menyiapkan skema pelatihan bersama balai pelatihan dan stakeholder, mencakup peningkatan kompetensi hingga kesiapan mental calon pekerja migran.
Sejumlah sektor prioritas meliputi perawat, manufaktur, welder, hospitality, dan driver profesional dengan negara tujuan Jepang, Korea Selatan, sejumlah negara Asia, Eropa Timur, hingga ASEAN.
Wamen juga mengingatkan maraknya pekerja migran ilegal di sejumlah negara, termasuk Myanmar dan Kamboja, yang tidak melalui jalur resmi pemerintah.
Ia menegaskan Kementerian telah membentuk Gerakan Nasional Migran Aman untuk edukasi publik agar bermigrasi secara legal, aman, dan terdokumentasi.
“Fenomena ini memang terjadi dalam dua tahun terakhir. Karena itu kami di kementerian sudah membentuk Gerakan Nasional Migran Aman. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar bermigrasi secara aman, legal, dan memiliki dokumen lengkap,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung program tersebut melalui penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan sertifikasi kompetensi.
“Kita akan menyiapkan anak-anak muda Pangkalpinang agar memiliki kompetensi dan siap diberangkatkan ke luar negeri secara legal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan bahasa asing bagi calon pekerja migran.
Pemkot Pangkalpinang bahkan menyiapkan program pendidikan berbasis masjid yang direncanakan berjalan 2027, dengan kewajiban pelajar SMP mengikuti pembelajaran bahasa Arab dan penguatan karakter setiap sore hingga malam.












