SUNGAILIAT, OkeyBung.com – Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menerima kunjungan Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang rapat direktur, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal kedua pihak dalam membahas peluang kerja sama peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang teknologi informasi (IT).
Rombongan BTIKP disambut langsung Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, didampingi jajaran dosen, Kasubbag Akademik, serta tim Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BNSP yang turut mengikuti diskusi.

Dalam sambutannya, I Made Andik Setiawan menyatakan kesiapan Polman Babel mendukung program pelatihan guru yang diinisiasi BTIKP. Ia menilai, peningkatan kapasitas guru di bidang IT menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini.
“Program ini kami sambut positif, karena peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi informasi memang menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.
Menurut dia, peran guru sangat krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, bahkan menjadi fondasi sebelum mahasiswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Guru adalah titik awal lahirnya mahasiswa berkualitas. Apa yang ditanamkan di sekolah akan menentukan kesiapan mereka saat kuliah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Layanan dan Promosi BTIKP Dinas Pendidikan Babel, Mammaqdudah, mengatakan pihaknya memilih Polman Babel sebagai mitra karena dinilai aktif dalam mengembangkan pelatihan berbasis teknologi.
Ia mengungkapkan, pihaknya sebelumnya menelusuri berbagai program melalui situs resmi dan media sosial Polman Babel, yang menunjukkan rekam jejak kuat dalam pelatihan berbasis keterampilan.
“Awalnya konsep program ini belum matang. Namun setelah melihat aktivitas Polman Babel, kami melihat peluang besar untuk merancang pelatihan yang relevan, khususnya di bidang IT,” ungkapnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang membutuhkan pendekatan khusus.
Selain berdiskusi, rombongan BTIKP juga meninjau sejumlah fasilitas kampus, seperti Gedung Kuliah Bersama dan laboratorium komputer. Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan sekaligus merancang program pelatihan yang tepat sasaran bagi para guru.












