banner 970x250
BangkaDaerahHukum dan Kriminal

Siswa Kelas 10 SMA Setiabudi Sungailiat Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Telinga Korban Bengkak

×

Siswa Kelas 10 SMA Setiabudi Sungailiat Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Telinga Korban Bengkak

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar CCTV saat terduga pelaku mendatangi korban sebelum terjadi dugaan penganiayaan di SMA Setiabudi Sungailiat.

SUNGAILIAT, OkeyBung.com — Dugaan penganiayaan terhadap siswa terjadi di lingkungan SMA Setiabudi Sungailiat, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban berinisial A, siswa kelas 10 berusia 15 tahun, diduga dipukul kakak kelasnya berinisial N yang merupakan siswa kelas 11.

Peristiwa itu disebut terjadi di area luar kelas 10 saat korban sedang duduk seorang diri di bangku sekolah.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat datang menghampiri korban tanpa adanya percakapan lebih dulu sebelum langsung melayangkan pukulan menggunakan tangan kosong.

Pukulan tersebut mengenai bagian bawah telinga kiri korban hingga menyebabkan bengkak dan telinga korban sempat pekak. Setelah melakukan pemukulan, pelaku juga diduga mengeluarkan ucapan bernada ancaman kepada korban.

“Kamu mau nantang saya ya,” ujar pelaku seperti disampaikan sumber di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi perhatian karena korban masih di bawah umur. Orang tua korban yang diketahui seorang wartawan senior mengaku keberatan atas kejadian tersebut dan menilai tindakan pelaku bukan sekadar kenakalan remaja biasa.

Menurut pihak keluarga, aksi pemukulan diduga dilakukan secara sengaja. Dugaan itu mengacu pada rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku langsung menghampiri dan memukul korban tanpa adanya percekcokan sebelumnya.

“Kalau dilihat dari rekaman CCTV, dia datang langsung memukul tanpa basa-basi. Itu bukan spontanitas. Saya menduga sudah ada niat dan perencanaan sebelumnya,” ujar orang tua korban kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Keluarga korban juga menilai pukulan yang diarahkan ke bagian bawah telinga cukup berbahaya karena berada di area vital tubuh. Hingga kini, pihak keluarga mengaku masih mempertimbangkan langkah lanjutan dan belum menerima penyelesaian damai di lingkungan sekolah.

Mereka berharap kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan dapat ditindak serius agar tidak kembali terulang. (SMSI BANGKA/TAMA)

 

banner 970x250 banner 970x250
banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *