AdvertorialBangkaDaerah

160 Mahasiswa Polman Babel Ikuti SNITT 2026, Bahas Inovasi Teknologi dan Ketahanan Energi

×

160 Mahasiswa Polman Babel Ikuti SNITT 2026, Bahas Inovasi Teknologi dan Ketahanan Energi

Sebarkan artikel ini
Suasana Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan (SNITT) 2026 di Polman Babel yang membahas inovasi teknologi, pendidikan vokasi, dan ketahanan energi.

SUNGAILIAT, OkeyBung.com — Sebanyak 160 mahasiswa Diploma III Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mengikuti Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan (SNITT) 2026 di aula kampus, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika industri dan transformasi ekonomi global.

Peserta berasal dari Jurusan Rekayasa Mesin dengan Program Studi Teknik Elektronika, Teknik Perancangan Mekanik, serta Perawatan dan Perbaikan Mesin. Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Subkhan, M.T., Linda Fujiyanti, M.T.I., dan Peprizal, M.Pd.T., yang membahas berbagai inovasi teknologi terapan dari beragam perspektif.

Seminar dibuka oleh Wakil Direktur III Polman Babel, Eko Sulistyo, M.T. Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang layak dipublikasikan setelah melalui proses evaluasi tim SNITT.

“Hasil penelitian mahasiswa harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Eko juga berpesan kepada mahasiswa tingkat akhir agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, lulusan Polman Babel harus terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada sesi pertama, Peprizal memaparkan materi mengenai dinamika energi dan transformasi ekonomi global. Ia menjelaskan tingginya konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia masih menjadi tantangan karena fluktuasi harga energi berpotensi memicu inflasi, meningkatkan biaya produksi dan transportasi, hingga berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

Ia menilai teknologi dan inovasi menjadi solusi penting melalui peningkatan efisiensi energi, penguatan kemandirian energi, pemanfaatan sistem monitoring dan kontrol energi, serta upaya mengurangi emisi lingkungan.

“Ketahanan energi nasional harus terus diperkuat sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Linda Fujiyanti memaparkan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi gizi. Menurutnya, rendahnya pengetahuan gizi dan menurunnya aktivitas fisik menjadi alasan perlunya inovasi berupa game edukasi yang mampu menghitung kebutuhan gizi secara personal.

Ia menjelaskan pengembangan game edukasi tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai pola makan sehat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

“Aplikasi mobile, chatbot gizi berbasis kecerdasan buatan, hingga dashboard monitoring gizi dapat menjadi media edukasi yang efektif, bukan sekadar hiburan,” jelasnya.

Berbeda dengan dua pemateri lainnya, Subkhan mengangkat konsep Education for Sustainable Development (ESD). Ia menekankan pentingnya pendidikan yang mampu membentuk lulusan berpengetahuan, terampil, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi harus memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, disiplin, mampu berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, dan menjunjung tinggi integritas.

Di penghujung seminar, mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar isu energi, inovasi teknologi pangan berbasis digital, hingga penerapan ESD di lingkungan kampus.

Melalui SNITT 2026, Polman Babel berharap mahasiswa semakin terdorong menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *