PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Pemkot Pangkalpinang mengajak masyarakat menerapkan Gerakan ABCDE sebagai langkah memperkuat pencegahan stunting, mulai dari masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.
Ajakan tersebut disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Afendi, saat kegiatan Gerakan Cegah Stunting tingkat Kota Pangkalpinang di halaman Kantor BKPSDMD, Rabu (12/8/2026).
Agustu mengatakan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh keluarga dan berbagai pihak. Pasalnya, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan anak, tetapi juga kemampuan belajar dan produktivitas mereka di masa depan.
“Pencegahan stunting adalah investasi untuk masa depan Kota Pangkalpinang dan Indonesia Emas tahun 2045 nanti,” kata Agustu.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang tercatat 14,4 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 19,8 persen.
Meski demikian, hasil pemantauan dan evaluasi pada 2025 masih menunjukkan adanya kenaikan kasus di sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi perhatian agar upaya pencegahan terus diperkuat.
“Meskipun kondisi Kota Pangkalpinang masih berada di bawah prevalensi stunting nasional, capaian ini harus kita pertahankan sekaligus kita perbaiki,” ujarnya.
Dari sisi intervensi kesehatan, sejumlah indikator menunjukkan capaian positif. Pada 2025, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali mencapai 99,7 persen dari target 100 persen.
Sementara itu, hingga semester pertama 2026, capaian pemeriksaan kehamilan tercatat 51 persen. Adapun pemberian ASI eksklusif mencapai 76,5 persen, melampaui target 73 persen.
Capaian pemberian tablet tambah darah juga telah mencapai 91,04 persen hingga semester pertama 2026, dari target tahunan sebesar 67 persen.
“Ini merupakan modal penting dalam mencegah anemia pada remaja putri dan mendukung lahirnya generasi yang sehat,” jelas Agustu.
Melalui Gerakan ABCDE Cegah Stunting, masyarakat didorong menjalankan lima langkah utama, yakni aktif minum tablet tambah darah, ibu hamil teratur memeriksakan kehamilan, mencukupi konsumsi protein hewani, datang ke Posyandu dan fasilitas kesehatan setiap bulan, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.
Agustu juga mengingatkan pentingnya peran suami dalam mendampingi istri selama kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan calon bayi tetap terjaga.
“Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap keluarga,” tegasnya.
Ia berharap Gerakan ABCDE dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Upaya tersebut perlu didukung keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta sinergi lintas sektor.
“Apabila seluruh keluarga di Kota Pangkalpinang aktif datang ke Posyandu, didukung kader yang berdedikasi serta sinergi lintas sektor, kita akan mampu menurunkan angka stunting secara berkelanjutan dan optimal,” pungkasnya. (*)













