banner 970x250
Bangka BelitungDaerahDPRD

Me Hoa Ingatkan Warga Kelompok Menengah Rawan Terlewat dari Bansos, Waspada Penipuan Desil

×

Me Hoa Ingatkan Warga Kelompok Menengah Rawan Terlewat dari Bansos, Waspada Penipuan Desil

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Pendataan desil penerima bantuan sosial (bansos) dinilai perlu memperhatikan masyarakat kelompok menengah yang kondisi ekonominya rentan, tetapi belum terakomodasi sebagai penerima bantuan.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa, menilai warga yang berada di kelompok abu-abu tersebut juga perlu mendapat perhatian agar tidak terlewat dalam proses pendataan.

Hal itu disampaikannya saat audiensi terkait dinamika pendataan desil sebagai salah satu dasar penetapan program bantuan dan perlindungan sosial di Ruang Banmus DPRD Babel, Jumat (2/10/2026).

Me Hoa mencontohkan masyarakat yang belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal di rumah kontrakan, tetapi sudah mempunyai kartu keluarga (KK) sendiri. Menurutnya, kondisi seperti ini perlu menjadi bahan pertimbangan dalam proses pendataan.

“Selain yang desil 1 dan 4 yang kelihatan banget itu sudah menjadi PR kita, tetapi yang tengah-tengah ini, yang abu-abu, juga perlu diperhatikan,” ujar Me Hoa.

Ia mengatakan, pembaruan data penerima bantuan sosial harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat terkini. Sebab, keadaan ekonomi warga dapat berubah sehingga data yang digunakan perlu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Selain persoalan pendataan, Me Hoa turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas pendataan maupun pihak yang mengaku bisa membantu mengubah status desil.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar warga tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan bantuan dengan cara-cara yang mencurigakan.

“Kita sekarang rentan dengan penipuan, baik online maupun tidak. Mohon sekali lagi, edukasi masyarakat. Hati-hati, ada yang menyamar sebagai penolong, petugas BPS atau dari mana pun,” kata Me Hoa.

Ia menegaskan, masyarakat perlu berhati-hati ketika ada pihak yang menjanjikan perubahan status desil demi memperoleh bantuan sosial.

Jangan sampai keinginan mendapatkan bantuan justru dimanfaatkan oknum untuk melakukan penipuan dan menimbulkan persoalan baru bagi warga.

“Jangan sampai niatnya ingin desil berubah, tetapi malah mendapat masalah,” tegasnya. (*)

 

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *