BANGKA, OkeyBung.com – Pembakaran sampah di RSUD Dr. Eko Maulana Ali, Belinyu, Kabupaten Bangka, menuai sorotan dari wartawan senior Suherman Saleh. Ia mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka turun tangan mengusut dugaan persoalan dalam pengelolaan sampah di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Sorotan itu muncul setelah Asatu Online memberitakan temuan tumpukan sampah yang diduga bercampur dengan benda-benda terkait pelayanan medis di sekitar ruang rawat inap pasien dewasa, Sabtu (24/10/2026).
Herman mempertanyakan alasan pembakaran sampah yang terjadi setelah persoalan tersebut diberitakan media. Menurut dia, waktu kejadian itu perlu ditelusuri untuk memastikan apakah pembakaran dilakukan sesuai prosedur atau justru berkaitan dengan upaya menghilangkan barang bukti.
“Direktur mengaku tidak ada instruksi dari pimpinan untuk melakukan pembakaran. Namun, faktanya sampah itu dibakar setelah ada pemberitaan media,” kata Suherman kepada Asatu Online, Minggu (25/10/2026).
Mantan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Babel periode 2023–2026 itu menilai, kejadian tersebut tidak cukup diselesaikan melalui penjelasan manajemen rumah sakit. Perlu pemeriksaan langsung untuk mengungkap duduk persoalan secara menyeluruh.
“Kalau pembakaran dilakukan setelah ada pemberitaan, ini harus diusut. Jangan sampai tindakan tersebut bertujuan menghilangkan barang bukti,” tegasnya.
Ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka memeriksa lokasi pembakaran, mengidentifikasi jenis sampah yang dibakar, serta menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Menurut Herman, pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah pengelolaan sampah di rumah sakit telah mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk pemisahan sampah domestik dan limbah medis.
“Dinas Kesehatan harus mengungkap persoalan ini secara terang. Jika ditemukan pelanggaran, berikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Direktur Akui Kendala Penampungan Sampah
Sebelumnya, Direktur RSUD Dr. Eko Maulana Ali, dr. Ega Eko, menjelaskan sampah yang menjadi sorotan merupakan sampah domestik. Ia mengakui rumah sakit menghadapi kendala dalam penampungan sementara dan jadwal pengangkutan sampah.
Menurut Ega, kontainer sampah domestik di bagian depan rumah sakit telah penuh. Sampah kemudian diamankan di lokasi yang dinilai tidak mengganggu kenyamanan pasien maupun pengunjung sambil menunggu koordinasi penanganan lebih lanjut.
Terkait temuan sarung tangan lateks, pihak rumah sakit menyebut benda tersebut digunakan petugas kebersihan saat membawa sampah, bukan berasal dari bekas tindakan medis. Sementara itu, kotak obat yang ditemukan disebut merupakan kemasan kosong.
Manajemen juga menyatakan limbah medis, termasuk obat kedaluwarsa dan obat yang tidak layak digunakan, dikelola melalui kerja sama dengan pihak yang memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Manajemen Bantah Perintahkan Pembakaran
Mengenai pembakaran sampah, Ega menyatakan pihaknya masih melakukan penelusuran. Ia menegaskan tidak ada instruksi dari pimpinan rumah sakit untuk membakar sampah tersebut.
“Untuk ini, kami masih menelusuri. Tidak ada instruksi dari pimpinan untuk membakar,” demikian pernyataan Ega melalui pesan kepada Asatu Online, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, penumpukan sampah domestik terjadi karena sampah disimpan sementara sembari mencari penanganan terbaik bersama pihak terkait.
Meski demikian, pembakaran sampah setelah persoalan tersebut diberitakan masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jenis sampah yang dibakar, pihak yang melakukannya, serta kesesuaian tindakan tersebut dengan ketentuan pengelolaan lingkungan.
Dinkes Bangka Belum Beri Tanggapan
Asatu Online sebelumnya telah meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Nora Sukma Dewi, terkait temuan sampah di rumah sakit tersebut.
Konfirmasi yang diajukan meliputi pengawasan pengelolaan limbah, rencana pemeriksaan terhadap rumah sakit, serta kemungkinan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka. (YN)













