PANGKALPINANG, OkeyBung.com — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menginstruksikan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Babel dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mengakselerasi Visi RPJMD “Babel Berdaya 2029” untuk mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung yang berdaya saing, berbudaya, mandiri, dan sejahtera.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pemerintahan yang responsif, andal, dan terpercaya, sekaligus mendukung sasaran pembangunan sosial untuk mewujudkan kesehatan bagi semua warga.
“Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat, bukan pilihan. Kekeringan dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada kehidupan warga. Oleh karena itu, Pemprov Babel bersama BPBD harus hadir secara cepat dan terukur. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami dalam RPJMD ‘Babel Berdaya 2029’, yaitu pelayanan publik harus responsif, bersih, dan melayani demi terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.
Penyediaan bantuan air bersih serta keterbukaan alur permohonan ini menjadi bukti nyata dari sasaran pembangunan daerah dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, bersih, dan melayani. Untuk mempermudah masyarakat, Gubernur Hidayat Arsani menetapkan alur pengajuan bantuan air bersih melalui empat langkah praktis:
1. Permohonan Resmi: Warga mengajukan surat permohonan melalui pemerintah desa, kelurahan, atau kecamatan setempat.
2. Kelengkapan Data: Menyertakan informasi detail mengenai lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga (KK), serta estimasi kebutuhan air harian.
3. Verifikasi dan Penjadwalan: Tim BPBD Babel melakukan verifikasi cepat di lapangan dan menyusun jadwal distribusi secara transparan.
4. Penyaluran Langsung: Armada mobil tangki BPBD menyalurkan air bersih ke permukiman warga sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang terbuka dan mudah diakses, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pusat panggilan (call center) tanggap darurat BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui nomor 0811-7818-600.
Selain mengoptimalkan bantuan darurat, Gubernur Hidayat Arsani menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air.
Menurutnya, kesadaran menghemat air sejalan dengan tujuan jangka panjang daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menghadapi dampak kekeringan ini dengan bijak. Menjaga dan menghemat air bukan hanya respons sesaat terhadap kemarau, melainkan juga bagian dari budaya hidup sehat dan mandiri yang ingin kita bangun bersama di Bangka Belitung,” ujar Gubernur.
– Gunakan Air Seperlunya: Prioritaskan penggunaan air bersih untuk kebutuhan pokok dan kesehatan keluarga.
– Tampung Air Hujan: Optimalkan wadah penampungan saat hujan turun sebagai cadangan air mandiri.
– Perbaiki Kebocoran Saluran: Segera perbaiki pipa atau keran yang rusak agar tidak ada air bersih yang terbuang sia-sia.
– Jaga Sumber Air Bersih: Merawat dan melindungi lingkungan di sekitar sumur, sungai, serta mata air agar terhindar dari pencemaran.
Melalui sinergi antara birokrasi yang responsif dan kepedulian masyarakat, Pemprov Babel optimistis mampu melewati tantangan musim kemarau sekaligus melangkah mantap menuju pencapaian Babel Berdaya 2029.
Penulis: Genas
Foto: Biro Adpim Setda Babel/BPBD Prov. Babel
Editor: Rini
Sumber: Biro Adpim Setda Babel/BPBD Prov. Babel












