banner 970x250
DaerahDPRD

Mehoa Pertanyakan Sistem Pendaftaran RS Siloam Bangka, Pasien Ditagih Hampir Rp80 Juta

×

Mehoa Pertanyakan Sistem Pendaftaran RS Siloam Bangka, Pasien Ditagih Hampir Rp80 Juta

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Tagihan biaya pengobatan seorang warga asal Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang mencapai hampir Rp80 juta di Rumah Sakit Siloam Bangka mendapat perhatian anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mehoa.

Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti sistem pendaftaran pasien di rumah sakit tersebut.

Menurut Mehoa, persoalan ini bermula dari proses administrasi saat pasien pertama kali mendaftar.

Berdasarkan aduan yang diterimanya, petugas pendaftaran disebut hanya menawarkan pilihan pembayaran melalui jalur pribadi atau asuransi.

Sementara itu, pilihan menggunakan BPJS Kesehatan disebut tidak ditanyakan secara jelas kepada pasien.

“Saya menerima aspirasi dari warga kita asal Koba. Permasalahannya ada pada pelayanan kesehatan di pendaftaran awal,” ujar Mehoa di Kantor DPRD Babel, Jumat (30/10/2026).

Mehoa mengatakan, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan, petugas hanya menyodorkan dua pilihan pembayaran, yakni pribadi atau asuransi.

“Tidak ada penawaran atau pertanyaan mengenai penggunaan BPJS Kesehatan,” katanya.

Kondisi tersebut diduga membuat pasien memilih pembayaran pribadi karena tidak memiliki asuransi.

Akibatnya, biaya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung keluarga pasien mencapai hampir Rp80 juta.

Mehoa menilai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kejelasan informasi saat pendaftaran sangat penting agar pasien memahami pilihan pembiayaan yang tersedia.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui program BPJS Kesehatan.

Menurutnya, rumah sakit perlu memberikan informasi yang jelas mengenai prosedur pendaftaran dan pilihan pembayaran kepada setiap pasien.

Jangan sampai ketidakjelasan administrasi justru membuat masyarakat menanggung biaya pengobatan dalam jumlah besar.

“Sebagai warga negara, pasien memiliki hak atas jaminan layanan kesehatan. Jangan sampai karena ketidakjelasan alur administrasi pendaftaran di awal, warga harus menanggung beban biaya yang sangat berat,” tegasnya.

Mehoa menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke ranah pengawasan DPRD Babel.

Ia berencana meminta klarifikasi dari manajemen RS Siloam Bangka dan Dinas Kesehatan terkait sistem pendaftaran pasien.

Langkah itu dilakukan untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan yang dialami warga asal Koba tersebut.

Selain itu, ia ingin memastikan prosedur pelayanan pasien BPJS Kesehatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi OkeyBung.com masih berupaya meminta konfirmasi dari manajemen RS Siloam Bangka terkait sistem pendaftaran dan keluhan tagihan biaya pengobatan pasien tersebut. **

 

banner 970x250banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *