banner 970x250
Bangka TengahDaerah

Nganggung Nujuh Hari di Desa Sungkap, Bupati Algafry Apresiasi Kebersamaan Warga

×

Nganggung Nujuh Hari di Desa Sungkap, Bupati Algafry Apresiasi Kebersamaan Warga

Sebarkan artikel ini

SIMPANG KATIS, OkeyBung.com — Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menghadiri tradisi adat Nganggung Nujuh Hari yang digelar masyarakat di Balai Desa Sungkap, Kecamatan Simpang Katis, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tradisi warga dalam memperingati hari ketujuh wafatnya salah satu masyarakat, sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi. Suasana berlangsung khidmat, dengan dulang bertutup tudung saji tersusun rapi, dibawa langsung oleh warga sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.

Di sela kegiatan, Algafry mengaku bersyukur dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Sungkap.

“Mudah-mudahanlah bisa tersampaikan soal kegiatan dari masyarakat di Desa Sungkap ini. Alhamdulillah kita hadir di sini dalam rangka Desa Sungkap melaksanakan kegiatan 7 hari wafatnya salah satu warga, sekaligus juga hari ini tutup puasa enam, puasa Syawal enam hari,” ujarnya.

Ia menilai tradisi Nganggung Nujuh Hari menjadi momen penting dalam menjaga kekompakan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan komitmen warga dalam mempertahankan nilai kebersamaan dan silaturahmi.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini, ini adalah momen yang luar biasa, karena masyarakat Desa Sungkap istikamah untuk melaksanakan kegiatan tujuh harian seperti ini. Ini sebuah hal yang sangat baik saya rasa, di sinilah mereka bisa bersilaturahmi, karena hampir sebagian besar masyarakatnya hadir di sini,” ungkapnya.

Selain sebagai ajang berkumpul, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk saling mengetahui kondisi satu sama lain, sekaligus berdoa dan berzikir bersama.

Pada kesempatan itu, Algafry juga menyinggung maraknya kasus kekerasan seksual di Bangka Tengah. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada anak-anak agar lebih waspada.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, lanjut dia, akan segera melakukan langkah lanjutan berupa sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kaum laki-laki, guna mencegah kasus serupa.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sungkap, Rahmat Hidayat, mengatakan tradisi Nganggung Nujuh Hari merupakan adat turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap ada warga meninggal dunia.

“Hari ini kita pelaksanaan hari ketujuh, kalau bahasa kita nujuh, salah satu warga kita yang meninggal dunia, yaitu Bapak Zarkasih bin Jaib. Kemudian sesuai adat istiadat kita, kalau hari ketujuh itu biasanya diadakan nganggung bersama di balai desa kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus saling mendoakan.

“Selalu setiap ada orang meninggal, kita selalu hari ketujuhnya kita laksanakan di balai desa kita ini dengan tema Nganggung Bersama. Dari kegiatan ini kita bisa tahu kondisi kawan gimana. Mungkin selama ini jarang bertemu, mungkin satu pekan tidak ketemu ataupun beberapa bulan tidak ketemu, Alhamdulillah dengan acara ini kita bisa bertemu di tempat ini,” pungkasnya.

 

banner 970x250
banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *