BANGKA, OkeyBung.com – Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bangka Belitung terus memperkuat hilirisasi produk hasil inovasi kampus melalui Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV). Salah satu upayanya diwujudkan dengan menggelar Workshop Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Hilirisasi Produk Melalui Kemitraan Berkelanjutan di Hotel Novilla, Jumat (18/6/2026).
Workshop tersebut diikuti dosen dan tenaga kependidikan Polman Babel yang selama ini terlibat dalam pengembangan produk unggulan kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus vokasi tersebut untuk memperluas pemasaran produk hasil Teaching Factory (TEFA) sekaligus mendorong percepatan hilirisasi berbagai inovasi yang telah dihasilkan.
Wakil Direktur III Polman Negeri Babel, Eko Sulistyo, M.T., mengatakan program revitalisasi yang dijalankan saat ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah memberikan dukungan berupa mesin dan peralatan kepada para mitra guna menunjang proses produksi.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas dan teknologi harus dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Selama ini salah satu tantangan yang dihadapi adalah pemasaran produk yang masih terbatas dan belum mampu menembus pasar di luar Bangka Belitung. Karena itu, pemasaran digital menjadi solusi penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan penjualan produk,” ujarnya.
Eko menjelaskan, peningkatan penjualan produk diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Ia menambahkan, berbagai program revitalisasi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir telah melahirkan beragam inovasi dan produk potensial. Pengembangan dilakukan di berbagai bidang, mulai dari Precision Manufacturing Center (PMC), moulding, hingga penyediaan teknologi penunjang proses produksi.
Pada 2025, Polman Babel juga menghadirkan sejumlah fasilitas baru, di antaranya teknologi laser cutting dan mesin pengolahan kompos. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi target indikator hilirisasi yang ditetapkan pada 2026.
Melalui workshop ini, pihaknya berharap seluruh peserta mampu memahami strategi pemasaran digital yang efektif sehingga produk-produk hasil inovasi kampus memiliki daya saing lebih tinggi di pasar. Selain itu, program Teaching Factory ke depan diharapkan semakin melibatkan mahasiswa agar memperoleh pengalaman industri sebelum lulus.
Pada hari pertama pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan materi dari dosen Politeknik Negeri Jakarta, Anggi Anggraini, M.Ds. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta penerapan Project Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan strategi pemasaran digital dalam penguatan pembelajaran vokasi berbasis proyek.
Anggi mengatakan pemasaran digital kini menjadi kebutuhan utama dalam mendukung keberhasilan hilirisasi produk. Melalui pemanfaatan media sosial, platform digital, dan strategi konten yang tepat, produk hasil inovasi perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar.
“Strategi ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemitraan yang berkelanjutan, sehingga hubungan antara institusi pendidikan dengan kebutuhan konsumen dapat terbangun secara lebih efektif,” katanya.












