Fitoremediasi (1)
malam-malam engkau merokok. menghabiskan tembakau. yang masih ingin menyucikan cemaran. yang bermukim di sana sini.
sedang engkau menjadikan tembakau dalam gulita hidupnya. dalam balutan asap.1 yang membakar habis kebajikan. yang tuhan taruh di dalam sana. dalam-dalam. diam-diam.
tembakau merajuk. engkau takluk pada batang-batang rokok. yang kian gemar mencium bibir dan jari jemarimu. pada suatu hari yang santuy. pada suatu waktu yang kau umpat. pada suatu tafsir.
diam-diam, tembakau melepas kewarasan. ia telah mabuk nikotin. bersama kau. bersama-sama.
Toboali, 24 Desember 2022
Fitoremediasi (2)
malam-malam kemarahan merenggut waktumu. sebab, tembakau yang kekal di bibirmu meminta temu. pada api dan abu. juga di sana, pada lubang di kepalamu. tempat hippocampus mengajak pulang, bertandang ke alam birahi.
sedang engkau masih marah-marah. merutuki korek api gas dan sepuluh batang la mild yang gugur di ingatan. mungkin telah tercecer di sela-sela baju anak-anakmu. mungkin telah tersangkut di ekor ikan. yang berlalu lalang sudah sedari pagi. mungkin telah lebur, disucikan oleh lantai dan tumpukan baju-baju. yang tak pernah sempat dilipat istrimu.
Toboali, 25 Juli 2023
Bionarasi
Dian Chandra adalah nama pena dari Hardianti, S.Hum.,M.Hum. Seorang emak-emak yang senang menanam sayuran, bikin puisi, dan menonton film thriller. Tutor di PKBM GEMAR, Bangka Selatan.













CERITA SEBUAH NAMA
Wartono Kimodah
Cerita perihal hati yang berbeda
menabuk asa pada keinginan yang sama
menyemai harap untuk hasrat yang tak beda
tentang batas yang kelak diketemukan bersama
Lalu ada tanya akankah hari kelak bertemu
di kemudian waktu, apakah janji itu berpadu
menyatukan luang benih-benih rindu
merangkum keinginan yang terberai semenjak dulu
Akan, dan kata itu kerap diucap setiap waktu
setiap kali ada kerapuhan yang mengganggu
acap kali keraguan mencoba merayu
akan, adalah kata penawar untuk rasa ambigu yang begitu sembilu
Rencana adalah banyaknya hal dari asa yang tertunda
sebuah ukiran tanda yang mesti rela dalam menerima
menundukan sikap pada saat silap rasa
memberi nasehat saat pikiran terpedaya
Ada kalanya ego ingin bertahta
mengoyak keteguhan hingga nyaris sempurna
harusnya nalar menyikapinya dengan dewasa
memberi tuntunan agar pikiran berjalan sewajarnya
Frasa
Elegi yang menggambarkan rupa rasa
pada kecenderungan hasrat yang menohok jiwa
perihal niat hati yang selalu ingin bersama
tersudut karena adanya ruang dan waktu berbeda
Berujung pada batas
di mana titik terang sudah terpampang jelas
telah berulang kalimat ajimat itu dipertegas
sebuah keyakinan agar percaya itu tak pernah lepas
Inilah naskah kuno tentang rasa
sebuah sekenario yang begitu purba
merujuk pada kondisi lama semesta
tentang dua hati yang berusaha ingin selalu bersama
Olahan praduga saat tak sedang bersama
terkadang begitu kuat meraja
meracuni kecemburuan tanpa logika yang terbuka
menyumbat kewajaran hati yang sedemikian cinta
Lalu masihkah akan terus menari
berdendang irama tentang cemburu hati
sementara yakin sudah seteguh ini
percaya telah tertanam oleh bisik nurani
Akhirnya hanya takdir yang bertahta
hanya berserah atas segala kuasaNya
menimbang dari semua jejak yang ada
menunggu akan datang keramahan dari putaran masa