banner 970x250
Uncategorized

PUISI-PUISI DIAN CHANDRA

×

PUISI-PUISI DIAN CHANDRA

Sebarkan artikel ini

Fitoremediasi (1)

malam-malam engkau merokok. menghabiskan tembakau. yang masih ingin menyucikan cemaran. yang bermukim di sana sini.

sedang engkau menjadikan tembakau dalam gulita hidupnya. dalam balutan asap.1 yang membakar habis kebajikan. yang tuhan taruh di dalam sana. dalam-dalam. diam-diam.

tembakau merajuk. engkau takluk pada batang-batang rokok. yang kian gemar mencium bibir dan jari jemarimu. pada suatu hari yang santuy. pada suatu waktu yang kau umpat. pada suatu tafsir.

diam-diam, tembakau melepas kewarasan. ia telah mabuk nikotin. bersama kau. bersama-sama.

Toboali, 24 Desember 2022

Fitoremediasi (2)

malam-malam kemarahan merenggut waktumu. sebab, tembakau yang kekal di bibirmu meminta temu. pada api dan abu. juga di sana, pada lubang di kepalamu. tempat hippocampus mengajak pulang, bertandang ke alam birahi.

sedang engkau masih marah-marah. merutuki korek api gas dan sepuluh batang la mild yang gugur di ingatan. mungkin telah tercecer di sela-sela baju anak-anakmu. mungkin telah tersangkut di ekor ikan. yang berlalu lalang sudah sedari pagi. mungkin telah lebur, disucikan oleh lantai dan tumpukan baju-baju. yang tak pernah sempat dilipat istrimu.

Toboali, 25 Juli 2023

Bionarasi

Dian Chandra adalah nama pena dari Hardianti, S.Hum.,M.Hum. Seorang emak-emak yang senang menanam sayuran, bikin puisi, dan menonton film thriller. Tutor di PKBM GEMAR, Bangka Selatan.

 

banner 970x250
banner 970x250

Respon (1)

  1. CERITA SEBUAH NAMA
    Wartono Kimodah

    Cerita perihal hati yang berbeda
    menabuk asa pada keinginan yang sama
    menyemai harap untuk hasrat yang tak beda
    tentang batas yang kelak diketemukan bersama

    Lalu ada tanya akankah hari kelak bertemu
    di kemudian waktu, apakah janji itu berpadu
    menyatukan luang benih-benih rindu
    merangkum keinginan yang terberai semenjak dulu

    Akan, dan kata itu kerap diucap setiap waktu
    setiap kali ada kerapuhan yang mengganggu
    acap kali keraguan mencoba merayu
    akan, adalah kata penawar untuk rasa ambigu yang begitu sembilu

    Rencana adalah banyaknya hal dari asa yang tertunda
    sebuah ukiran tanda yang mesti rela dalam menerima
    menundukan sikap pada saat silap rasa
    memberi nasehat saat pikiran terpedaya

    Ada kalanya ego ingin bertahta
    mengoyak keteguhan hingga nyaris sempurna
    harusnya nalar menyikapinya dengan dewasa
    memberi tuntunan agar pikiran berjalan sewajarnya

    Frasa

    Elegi yang menggambarkan rupa rasa
    pada kecenderungan hasrat yang menohok jiwa
    perihal niat hati yang selalu ingin bersama
    tersudut karena adanya ruang dan waktu berbeda

    Berujung pada batas
    di mana titik terang sudah terpampang jelas
    telah berulang kalimat ajimat itu dipertegas
    sebuah keyakinan agar percaya itu tak pernah lepas

    Inilah naskah kuno tentang rasa
    sebuah sekenario yang begitu purba
    merujuk pada kondisi lama semesta
    tentang dua hati yang berusaha ingin selalu bersama

    Olahan praduga saat tak sedang bersama
    terkadang begitu kuat meraja
    meracuni kecemburuan tanpa logika yang terbuka
    menyumbat kewajaran hati yang sedemikian cinta

    Lalu masihkah akan terus menari
    berdendang irama tentang cemburu hati
    sementara yakin sudah seteguh ini
    percaya telah tertanam oleh bisik nurani

    Akhirnya hanya takdir yang bertahta
    hanya berserah atas segala kuasaNya
    menimbang dari semua jejak yang ada
    menunggu akan datang keramahan dari putaran masa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *