PANGKALPINANG, OkeyBung.com — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol, meminta pihak terkait memeriksa pengiriman sekitar 70 ton pasir timah dari Pulau Belitung menuju Pulau Bangka.
Pasir timah tersebut diketahui tiba di kawasan Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026).
Rina meminta pihak terkait memastikan asal-usul dan status kepemilikan pasir timah tersebut. Menurutnya, timah merupakan komoditas strategis yang perlu dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nilainya tidak kecil ya. Tentunya kita ingin barang tersebut memiliki manfaat untuk Bangka Belitung. Berasal dari mana, punya siapa, kalau pun nanti dilebur, di smelter mana,” kata Rina Tarol, Senin (7/9/2026).
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, pengiriman pasir timah dalam jumlah tersebut juga berkaitan dengan potensi penerimaan negara melalui royalti.
Karena itu, Rina berharap pasir timah yang dikirim dari Belitung tersebut memiliki asal-usul yang jelas dan berasal dari kegiatan pertambangan yang legal.
Ia juga mendorong pihak terkait untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen serta legalitas pasir timah tersebut, termasuk tujuan pengolahan selanjutnya.
“Semoga ini menjadi atensi pihak terkait,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sedikitnya tujuh unit truk terpantau berada di kawasan Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. Kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan pasir timah dari Pulau Belitung menuju Pulau Bangka.
Informasi mengenai keberadaan truk tersebut diperoleh dari seorang sumber yang mengetahui aktivitas kendaraan di kawasan pelabuhan. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut keterangan sumber, sejumlah truk itu diduga membawa muatan pasir timah dari Belitung.
Kendaraan tersebut disebut sebelumnya diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Sawita dari Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung, sebelum tiba di Pangkalpinang.
“Setidaknya ada tujuh truk yang terlihat. Kendaraan itu diduga membawa muatan pasir timah dari Belitung,” kata sumber tersebut, Kamis (3/9/2026). (**)













