PANGKALPINANG, OkeyBung.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat upaya meningkatkan cakupan imunisasi anak melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal demi mencegah berbagai penyakit.
Kampanye yang mengusung tema “Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Generasi Tangguh, Pangkalpinang Smart” tersebut berlangsung di halaman BKPSDMD Kota Pangkalpinang, Rabu (16/9/2026).
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Afendi, yang hadir mewakili wali kota, mengatakan imunisasi merupakan langkah promotif dan preventif untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
“Imunisasi adalah tanggung jawab bersama, tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja. Dibutuhkan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Agustu.
Ia menjelaskan, salah satu upaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak dilakukan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Namun, capaian sejumlah jenis imunisasi masih perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan.
Pada pelaksanaan BIAS 2025, imunisasi HPV bagi siswi kelas VI baru menjangkau 166 anak dari sasaran 732 anak atau sekitar 22,68 persen.
Sementara itu, pada BIAS 2026, imunisasi campak telah diberikan kepada 2.415 anak dari sasaran 4.555 anak atau sekitar 53 persen. Adapun imunisasi HPV bagi siswi kelas V mencapai 1.301 anak dari sasaran 2.230 anak atau sekitar 55,5 persen.
Agustu menilai angka tersebut perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk mempercepat pelaksanaan imunisasi secara terarah.
“Capaian ini harus menjadi dasar kita untuk melakukan percepatan atau akselerasi secara terencana dan terukur,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar M. Manalu, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi, termasuk anak yang belum melengkapi imunisasi sesuai jadwal.
Ia menyebutkan, secara keseluruhan cakupan BIAS Kota Pangkalpinang pada 2025 telah mencapai 95 persen. Meski demikian, upaya sosialisasi dan penggerakan masyarakat tetap perlu diperkuat agar seluruh anak memperoleh perlindungan yang dibutuhkan.
“Masih perlu penguatan penggerakan agar tidak ada anak yang tertinggal imunisasi, termasuk anak yang belum lengkap imunisasinya maupun anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” kata Hisar.
Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah dan madrasah, tenaga kesehatan, kader, hingga lintas sektor.
“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Kegiatan kampanye tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Pembina Posyandu, Dharma Wanita, camat, lurah, puskesmas, kader kesehatan, dan perwakilan sekolah.
Selain kampanye dan edukasi mengenai pentingnya imunisasi, kegiatan juga diisi dengan layanan konsultasi imunisasi, pembacaan komitmen bersama, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sekolah dengan capaian BIAS tertinggi di Kota Pangkalpinang pada 2025.
Pemkot Pangkalpinang berharap kegiatan ini dapat memperkuat keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung imunisasi rutin lengkap dan BIAS, sehingga perlindungan kesehatan anak semakin optimal. (*)













